Dari padanya tentang cinta gue, (antara benci dan trauma)


kalo ngomongin soal cinta mungkin gue memang payah, jiwa gue seakan slalu di selimuti rasa tak nyaman jika melihat sosok dia ada di depan gue.bermula dari pertemanan yang berkisah menjadi sahabat yang slalu ada menemani di saat susah maupun senang.
dan akhirnya pun berbuah menjadi sebuah rasa.
awalnya gue kira persahabatan kita menjadi banyak rasa...
tapi gue salah, hari-hari slalu bersama membuat kita mempunyai rasa yang sama menjadi 1 rasa.
perbedaan diantara kita seakan menjadi senyawa yang hidup dan seakan takkan pernah mati dimakan oleh waktu.
kisah persahabatan yang bermuarakan cinta ini mula-mula berjalan sangat menyenangkan, saling berbagi, dan saling suport jika sedang dilanda masalah.
namun entah kenapa gue merasa di dalam hubungan ini slalu membuat gue tak nyaman lagi.
dia yang dulu gue kenal baik, perhatian, saat itu mempunyai cinta yang lain.
saat itu cinta gue bagai di ambang pelantaran, di ibaratkan gue cuma hanya sebagai sahabat biasa atau pelarian cintanya.

Panah di dada

gue sangat jarang merasakan kebahagiaan lagi, hari-hari slalu dipenuhi rasa cemburu.
pengorbanan gue tidak lagi dihargai, sekalipun dihargai mungkin hanya sebatas pertemuan singkat.
sangat tragis memang, cerita cinta yang bermula dari pertemanan biasa menjadi hancur cuma karna cinta yang palsu.

stop cinta palsu

memang sih gue dapat apa yang gue ingin, jika disaat gue di sampingnya.
tapi mana ada sih yang kuat melihat wanita yang dicintainya sedang bersama cintanya yang lain.
hubungan gue bisa dibilang cinta segitiga, atau pelarian.
temen gue yang lainnya menganggap gue bodoh dipermainkan olehnya.
memang gue akuin, tapi hal itu gue cuma mau membuktikan kalo gue lah yang terbaik dari padanya.


3tahun berlalu

ternyata selama itu gue masih terlihat bodoh darinya.
mungkin dimata dia gue hanya dianggap sebagai sahabat biasa yang tak pernah mempunyai hubungan spesial.
gue memang cowo tolol yang ga pernah bisa berpikir di hadapan wanita yang gue sayang.
gue yakin cowo lain pun akan merasakan hal yang sama jika di hadapan wanita yang dia sayang, hatinya akan luluh semata-mata hanya untuk memberikan ketulusan cintanya, lewat pengorbanan penderitaan yang ia terimanya. Hadeh memang cowo tolol dasar.

Merenung

memang kegagalan cinta seharusnya bukan suatu hal yang harus di publikasikan.
tapi apa daya memang cara itu yang mampu membuat hati sedikit melegakan perasaan.
mencintai memang tidak slalu mendapatkan respon untuk dicintai.

ulurkan tanganmu untuk mencintaiku
hargailah pengorbanan cinta gue, jika saatnya kehilangan bukan suatu hal perkara yang mudah.
semua cinta itu sama, namun bagaimana cinta itu lah yang akan membawa dia ke peristiwa pahit yang pernah dia buat, yang pernah dia sia-siakan.

rasakan saja sebab akibat yang pernah lu perbuat sama gue, bahkan besar kemungkinan akan lebih kejam lagi saat lu sia-siakan gue.

ya semoga saja lu bisa bahagia, bukan sebaliknya yang pernah lu berikan sama gue.

and then, I happy ending. hahahahha

Happy Ending


By: Aday Ex'alova

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biarkan aku memeluk kalian semua satu/satu

Semua Cinta Itu Sama Namun Caranya yang Berbeda