Dari padanya tentang cinta gue, (antara benci dan trauma)
kalo ngomongin soal cinta mungkin gue memang payah, jiwa gue seakan slalu di selimuti rasa tak nyaman jika melihat sosok dia ada di depan gue.bermula dari pertemanan yang berkisah menjadi sahabat yang slalu ada menemani di saat susah maupun senang. dan akhirnya pun berbuah menjadi sebuah rasa. awalnya gue kira persahabatan kita menjadi banyak rasa... tapi gue salah, hari-hari slalu bersama membuat kita mempunyai rasa yang sama menjadi 1 rasa. perbedaan diantara kita seakan menjadi senyawa yang hidup dan seakan takkan pernah mati dimakan oleh waktu. kisah persahabatan yang bermuarakan cinta ini mula-mula berjalan sangat menyenangkan, saling berbagi, dan saling suport jika sedang dilanda masalah. namun entah kenapa gue merasa di dalam hubungan ini slalu membuat gue tak nyaman lagi. dia yang dulu gue kenal baik, perhatian, saat itu mempunyai cinta yang lain. saat itu cinta gue bagai di ambang pelantaran, di ibaratkan gue cuma hanya sebagai sahabat biasa atau pelarian cintan...